Sunday, July 18, 2010

Ramadhan Karim... Allahu Akram... !!


Slide 1
Slide 1
Slide 1Rebutlah peluang mencapai kecemerlangan peribadi Muk'min melalui “Kursus Intensif” di Universiti Ramadhan yang menawarkan hanya 3 Semester :-
Sem 1:- Mendapat Rahmat Allah
Sem 2:- Keampunan Allah
Sem 3:- Pembebasan Dari Api Neraka
-Tempat :-Tiada Had
-Yuran :-Percuma
-Insentif Lain :-Banyak , yang utama ialah bonus "Lailatul Qadr"

Thursday, July 15, 2010

Sejarah Singkat Kalender Masehi

Perhitungan kalender Masehi berdasarkan pada rotasi bumi (perputaran bumi pada porosnya) dan revolusi bumi (peredaran bumi mengelilingi matahari). Menurut sistem Yustisian 1 tahun = 365,25 hari dan hitungan kesatu (tahun pertama masehi) dimulai pada kelahiran Yesus menurut keyakinan kaum Nasrani. Dasar perhitungan menurut sistem Yustisian tersebut adalah : pertama, rotasi bumi disebut satu hari = 24 jam dan kedua revolusi bumi disebut satu tahun = 365,25 hari.


Berdasarkan perhitungan tersebut, Kaisar Romawi pada tahun 47 SM menetapkan kalender dengan ketentuan :


1. Satu tahun berumur 365 hari dengan kelebihan 6 jam setiap tahun

2. Setiap tahun yang keempat atau angkanya habis dibagi 4 maka umurnya menjadi 366 hari disebut tahun kabisat (tahun panjang), sedangkan tahun biasa (non kabisat atau tahun pendek) berumur 365 hari. Cara menetapkannya ialah apabila tahun tersebut habis dibagi 4 berarti tahun kabisat. Misalnya tahun 1995 : 4 = 498,7 bukan tahun kabisat sedangkan tahun 1996 : 4 = 499 adalah tahun kabisat.


Perkembangan selanjutnya pada abad ke-16 terjadi pergeseran dari biasanya yaitu musim semi yang biasanya jatuh pada tanggal 21 Maret telah maju jauh, maka dilakukan suatu koreksi. Apabila sebelum perhitungan satu tahun adalah 365,25 hari maka sejak saat itu satu tahun menjadi 365,2425 hari. Itu berdasar pada perhitungan bahwa revolusi bumi bukan 365 hari lebih 6 jam tetapi tepatnya 365 hari 5 jam 56 menit atau 365 hari lebih 6 jam kurang 4 menit.


Oleh sebab itu pada tanggal 21 Maret 1582 terjadi pergeseran sehingga awal musim semi jatuhnya lebih maju di Eropa. Untuk koreksi akibat adanya pembulatan 4 menit selama 15 abad tersebut maka Paus Gregorius XIII menetapkan sebagai berikut :


1. Setiap tahun tang habis dibagi 100 meskipun habis dibagi 4 yang menurut ketentuan sebelumnya adalah tahun kabisat tidak lagi menjadi tahun kabisat. Hal itu karena pembulatan satu hari untuk tahun kabisat setiap 4 tahun tersebut mendahului beberapa menit dari sebenarnya, maka diadakan pembulatan lagi pada setiap 100 tahun.


2. Setiap 400 tahun sekali diadakan pembulatan satu hari, jadi meski habis dibagi 100 maka tetap menjadi tahun kabisat. Dasar perhitungannya adalah dengan kelebihan 4 menit setahun maka 400 tahun menjadi 1600 menit = 26 jam 40 menit.


3. Untuk menghilangkan kelebihan dari pembulatan yang telah terjadi sebelumnya maka dilakukan pemotongan hari, yaitu sesudah tanggal 4 Oktober 1582, hari berikutnya langsung menjadi tanggal 15 Oktober 1582. jadi tanggal 5 – 14 Oktober 1582 (selama 10 hari) tidak pernah ada dalam penanggalan Masehi.


Dengan dasar perhitungan koreksi tersebut maka sejak tahun 1600 sampai 2000 terjadi koreksi 3 kali yaitu tahun 1700, 1800 dan 1900. Hal ini adalah karena sesuai ketentuan sebelum tahun 1582 setiap tahun habis dibagi 4 adalah tahun kabisat. Namun sejak tahun 1582 berlaku ketentuan baru bahwa setiap tahun yang habis dibagi 100 tidak menjadi tahun kabisat kecuali untuk tahun yang habisdibagi 400. Dengan demikian tahun 1600 dan 2000 tetap tahun kabisat karena habis dibagi 400. tahun yang habis dibagi 4 yang tidak menjadi tahun kabisat untuk masa setelah tahun 2000 adalah tahun 2010, 2200, 2300 sedangkan tahun 2400 tetap tahun kabisat karena habis dibagi 400.


Kesimpulan yang bisa didapat pada perjalanan tahun Masehi dari tahun 1 – 2000 adalah :


- tahun 1 – 1582 semua tahun yang habis dibagi 4 adalah tahun kabisat

- tanggal 5 – 15 Oktober 1582 tidak pernah ada dalam kalender penanggalan

- tahun 1700, 1800, 1900 bukan merupakan tahun kabisat (3 tahun terjadi koreksi
3 hari)


Siklus tahun Masehi adalah 4 tahunan untuk siklus kecil (4 X 365) + 1 = 1461 hari sedangkan siklus besarnya setiap 400 tahun (100 X 1461) – 3 = 146097. Bulan Februari pada tahun biasa (bukan kabisat) berumur 28 hari sedang pada bulan tahun kabisat berumur 29 hari. Bulan yang berumur 31 hari adalah bulan Januari, Maret, Mei, Juli, Agustus, Oktober dan Desember. Bulan yang berumur 30 hari ialah bulan April, Juni, September dan November.

Sumber dari
http://halamanputih.blogspot.com

Koleksi 300 Hadith daripada Muntakhab Ahadith & Riyadhus Shalihin

Dari Abu Firas rahmatullah ‘alaih (seorang dari Kabilah Aslam) telah berkata: seorang telah berseru dan bertanya: ya Rasulullah! Apa itu iman? Nabi SAW bersabda: Iman itu ialah ikhlas. (HR Baihaqi)

Dari Abu Darda r.a meriwayatkan bahawa baginda Rasulullah SAW bersabda: Besarkanlah Allah SWT dalam hati kamu nescaya kamu akan diampuniNya. (HR Ahmad)

Dari Ibnu ‘Abbas r.huma, katanya: Rasulullah SAW bersabda: Ada dua macam kenikmatan yang keduanya itu disia-siakan oleh sebagian besar manusia iaitu kesihatan dan kelapangan waktu. (Riwayat Bukhari)

Banyak lagi hadis...

Sunday, July 4, 2010

Munajatku.. Ampinilah dosaku Ya Allah !!

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِيْ مَا قَدَّمْتُ وَمَا أَخَّرْتُ، وَمَا أَعْلَنْتُ وَمَا أَسْرَرْتُ، أَنْتَ الْمُقَدِّمُ وَأَنْتَ الْمُؤَخِّرُ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ
.
"Ya Allah, ampunilah aku, sama ada apa yang telah aku mulakan dan akhirkan, dan apa yang telah aku lakukan dengan terang dan sembunyi, Engkaulah Yang Memulakan dan Mengakhirkan, Tiada Tuhan Melainkan Engkau"

إِلَهِيْ، أَذْنَبْتُ فِيْ بَعْضِ الأَوْقَاتِ، وَآمَنْتُ بِكَ فِيْ كُلِّ الأَوْقَاتِ، فَكَيْفَ يَغْلُبُ بَعْضُ عُمْرِيْ مُذْنِبًا جَمِيْعَ عُمْرِيْ مُؤْمِنًا؟
!.
"Ya Tuhanku, aku melakukan dosa pada sebahagian waktu sedangkan aku beriman kepadaMu pada setiap waktu, bagaimanakah dosa-dosa yang telah aku lakukan pada sebahagian usiaku boleh mengatasi keimananku pada sepanjang usiaku?"

إِلَهِيْ، كَيْفَ أَمْتَنِعْ بِالذَّنْبِ مِنَ الدُّعَاءِ، وَلاَ أَرَاكَ تَمْنَعُ مَعَ الذَّنْبِ مِنَ الْعَطَاءِ، فَإِنْ غَفَّرْتَ فَخَيْرُ رَاحِمٍ أَنْتَ، وَإِنْ عَذَّبْتَ فَغَيْرُ ظَالِمٍ أَنْتَ

"Ya Tuhanku, bagaimanakah aku menghalang dari berbuat dosa dengan berdoa sedangkan aku tidak melihatMu menghalang memberi dosa, jika Engkau ampunkan maka Engkaulah Maha Pengasihani, dan jika Engkau memberi azab maka Engkau bukanlah zalim"

اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ، خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ ، وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ، فَاغْفِرْ لِيْ، فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنْتَ
.
"Ya Allah, Engkaulah Tuhanku, Tiada Tuhan Melainkan Engkau, Engkau telah menjadikan aku sebagai hambaMu, dan aku berjanji denganMu mengikut kemampuanku, aku berlindung denganMu dari kejahatan yang telah aku lakukan, aku mengaku atas segala nikmat Engkau kepadaku, dan aku mengaku segala dosaku, ampunilah aku, sesungguhnya tiada yang boleh mengampunkan melainkan Engkau"

أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ الَّذِيْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّوْمُ، وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ
.
"Aku memohon keampunan dengan Allah Yang Maha Agong, Yang Tiada Tuhan Melainkan Dia, Yang Maha Hidup dan Kekal, dan aku bertaubat kepadaNya"

ماَ أَعْظَمُ مَا نَذْنَبُ فِيْ حَقِّكَ، وَمَا أَوْسَعُ مَا تَغْفِرْ لَنَا! مَا أَعْظَمُ نِعَمِكَ عَلَيْنَا، وَمَا أَكْثَرُ كُفْرَانَنَا بِهَا! مَا أَعْظَمُ اجْتِرَاءَنَا عَلَيْكَ، وَمَا أَعْظَمُ حِلْمِكَ عَلَيْنَا
!
"Betapa besarnya dosa kami terhadapMu dan betapa luasnya keampunanMu terhadap kami! Betapa besarnya nikmatMu terhadap kami dan betapa kufurnya kami dengannya! Betapa besarnya kebiadapan kami terhadapMu dan betapa besarnya kasih sayangMu terhadap kami!"

اللَّهُمَّ بَاعِدْ بَيْنِيْ وَبَيْنَ خَطَايَايَ كَمَا بَاعَدْتَ بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ، اللَّهُمَّ اغْسِلْنِيْ مِنْ خَطَايَايَ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ. اللَّهُمَّ نَقِّنِيْ مِنَ الْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ
.
"Ya Allah, jauhilah aku dari segala kesalahanku sebagaimana Engkau jauhkan antara timur dan barat, Ya Allah, basuhlah segala kesalahanku dengan air, salji yang sejuk. Ya Allah, bersihkanlah segala kesalahanku sepertimana dibersihkan baju putih dari kekotoran"

رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ، وَتُبْ عَلَيْنَا إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ، اللَّهُمَّ تُبْ عَلَيْنَا تَوْبَةً نَصُوْحًا، نُجَدِّدُ بِهَا إِيْمَانَنَا، وَتُغْسِلُ بِهَا قُلُوْبَنَا، وَتُغْفِرُ بِهَا ذُنُوْبَنَا، وَتُبَدِّلُ بِهَا سَيِّئَاتَنَا حَسَنَاتٍ
.
"Ya Tuhan kami, terimalah daripada kami, sesungguhnya Engkau Maha Mendengar Lagi Maha Mengetahui, terimalah taubat kami, sesungguhnya Engkau Maha Penerima Taubat Lagi Maha Pengasihani, Ya Allah, terimalah taubat kami sebagai Taubat Nasuha, supaya kami dapat memperbaharui iman kami, menyucikan hati-hati kami, diampunkan segala dosa kami dan digantikan segala keburukan kami dengan kebaikan"

اللَّهُمَّ تَقَبَّلْ صَلاَتَنَا وَصِيَامَنَا وَقِيَامَنَا وَتِلاَوَتَنَا، وَصَالِحَ أَعْمَالَنَا، اللَّهُمَّ وَمَا قَصَّرْنَا فِيْهِ فَاغْفِرْهُ لَنَا إِنَّكَ أَنْتَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ
.
"Ya Allah, terimalah segala solat kami, puasa kami, bangun malam kami, bacaan Al-Quran kami dan segala amal kebaikan kami, Ya Allah, Engkau ampunkanlah segala kekurangan kami, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun Lagi Maha Pengasihani"

اللَّهُمَّ يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوْبِ وَالأَبْصَارِ، ثَبِّتْ قُلُوْبَنَا عَلَى طَاعَتِكَ، وَلاَ تُزِغْ قُلُوْبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا، وَلاَ تُفْتِنَّا فِيْ دِِيْنِنَا، وَاجْعَلْ يَوْمَنَا خَيْرًا مِنْ أَمْسِنَا، وَاجْعَلْ غَدَّنَا خَيْرًا مِنْ يَوْمِنَا، وَاجْعَلْ خَيْرَ أَعْمَارِنَا أَوَاخِرَهَا، وَخَيْرَ أَعْمَالِنَا خَوَاتِيْمَهَا، وَخَيْرَ أَيَّامِنَا يَوْمَ نَلْقَاكَ
.
"Ya Allah, Yang Maha Berkuasa atas segala hati dan mata, tetapkanlah hati-hati kami dengan mentaatiMu, dan janganlah Engkau memalingkan hati-hati kami selepas Engkau memberi hidayah kepada kami, janganlah Engkau turunkan fitnah atas agama kami, jadikanlah kami pada hari ini lebih baik dari semalam, dan jadikanlah kami pada hari esok lebih baik dari hari ini, dan jadikanlah sebaik-baik umur kami pada hujungnya dan sebaik-baik amalan kami pada akhirnya dan sebaik-baik hari kami ialah pada hari kami berjumpa denganMu"

Wednesday, June 30, 2010

Siapa Pemenang Bola Piala Dunia Tahun Ini?




Piala dunia??
Piala dunia, piala dunia juga....
Piala Allah di Akhirat kelak bagaimana? Pun kena bersungguh-sungguh.

Mafhum hadith Nabi "Siapa yang hendakkan dunia mestilah ia berilmu, siapa hendakkan Akhirat mestilah ia berilmu dan sekiranya hendak kedua-duanya mestilah ia berilmu.

Sekadar renungan bersama. Wassalam.
Ustz Hj. Mohd Uzaini (skaks.2010)

Kejadian Manusia... Insaflah!!